Wanita Penghibur Ditahan di Thailand, Minta Tolong ke AS

Bloggues.com, Bangkok - Wanita asal Belarusia yang ditangkap di Pattaya, Thailand terkait kelas pelatihan seks, meminta bantuan otoritas Amerika Serikat (AS). Wanita penghibur ini mengaku punya informasi soal keterkaitan antara Rusia dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

Wanita Penghibur Ditahan di Thailand, Minta Tolong ke AS


Dilaporkan media AS, The Washington Post, seperti dilansir media lokal Thailand, The Nation, Kamis (1/3/2018), wanita bernama Anastasia Vashukevich alias Nastya Rybka ini ditangkap bersama 9 orang lainnya yang disebut sebagai warga negara Rusia. Mereka ditangkap polisi Thailand pada Minggu (25/2) waktu setempat, terkait kelas pelatihan seks di Pattaya, yang menargetkan para warga Rusia.

Saat masih dalam tahanan, pada Selasa (27/2) waktu setempat, Vashukevich memposting sebuah video di Instagram yang isinya meminta jurnalis dan badan intelijen AS untuk membantunya. Postingan Instagram juga menunjukkan Vashukevich duduk di sel tahanan dan mengaku sedang sakit. 

Vashukevich mengaku dirinya memiliki informasi baru terkait penyelidikan dugaan intervensi Rusia dalam pilpres AS tahun 2016. Namun dia tidak memberikan bukti untuk mendukung klaimnya itu. 

"Saya merupakan satu-satunya saksi dan mata rantai yang hilang dalam keterkaitan antara Rusia dan pilpres AS -- rantai panjang dari Oleg Deripaska, Prikhodko, Manafort dan Trump," ucapnya dalam tayangan live video Instagram, yang tampaknya diambil saat dirinya ada di dalam mobil polisi.


Beberapa waktu lalu, Vashukevich menjadi terkenal setelah merekam video perjalanan dengan kapal mewah (yacht) bersama miliarder Rusia, Oleg Deripaska dan Wakil Perdana Menteri Rusia Sergei Prikhodko. Vashukevich mengklaim pernah menjalin hubungan gelap dengan Deripaska. 

The Washington Post melaporkan Deripaska pernah memperkerjakan mantan manajer kampanye Trump, Paul Manafort. 

"Sebagai balasan atas bantuan dari dinas intelijen AS dan jaminan keselamatan saya, saya siap memberikan informasi yang diperlukan kepada Amerika atau kepada Eropa atau kepada negara manapun yang bisa mengeluarkan saya dari penjara Thailand," ujar Vashukevich dalam video Instagram itu.

Diklaim oleh Vashukevich, penahanan dirinya di Thailand merupakan perintah dari otoritas Rusia, sebagai balasan atas videonya dengan Deripaska dan Prikhodko. Dia menduga dirinya akan dipulangkan ke Rusia dan dipenjara di sana. 

"Tolong AS selamatkan kami dari Rusia! Semua kasus ini adalah represi politik!" sebutnya dalam bahasa Inggris via akun Instagramnya.

The Nation melaporkan bahwa 6 dari 10 warga Rusia yang ditahan telah bebas dengan jaminan. Mereka dibawa ke kantor imigrasi setempat untuk dideportasi setelah paspornya dicabut. Kebanyakan warga Rusia yang ditangkap itu didakwa bekerja di Thailand tanpa izin legal, namun tidak didakwa untuk mengelola kelas pelatihan seks. ( detik )
Wanita Penghibur Ditahan di Thailand, Minta Tolong ke AS Wanita Penghibur Ditahan di Thailand, Minta Tolong ke AS Reviewed by Star Tonn on Thursday, March 01, 2018 Rating: 5
Share on Whatsapp