Kocak, Video Polisi Curhat Pakai Sandal Wanita, Sedih Tak Bisa Lebaran Bersama Keluarga

Bloggues.com, Kocak, Video Polisi Curhat Pakai Sandal Wanita, Sedih Tak Bisa Lebaran Bersama Keluarga.




Lebaran kerap dijadikan momentum untuk berkumpul dengan keluarga dan sanak suadara. Namun tidak demikian dengan polisi lalulintas (polantas).
Di saat warga mudik dan berlebaran bersama keluarga, para polantas justru sibuk mengatur arus lalulintas. Mereka bekerja pagi, siang dan malam untuk mengatur arus mudik maupun arus balik.
Kondisi tersebut kerap menjadi keluhan tersendiri bagi polisi. Seperti yang dilakukan seorang polisi, Brigadir Bayu saat bertugas di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.
Bayu yang sedang bertugas di tikungan Gunung Mas Puncak, tampak duduk di sebuah kursi plastik. Ia memegang sandal wanita, lalu menempelkannya ke telinga sebelah kanan. Ia seolah-olah menelpon ibunya yang sedang berlebaran.
“Hallo, assalamualaikum Mah, muhun mah iya maaf Mah minalaidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin ya mah. Mohon maaf ini anaknya belum bisa pulang karena jalur Puncak masih macet,” ucapnya.
Ia mengatakan, dirinya belum bisa berkumpul bersama keluarga lantaran masih sibun mengatur arus lalu lintas di kawasan Puncak Bogor.
“Banyak yang wisata, banyak yang main, banyak yang jalan-jalan sama arus balik nanti mah. Iya ga apa-apa kalo opor ayam udah abis, ketupat juga udah abis nanti masak nasi goreng ajah sama telor,” imbuhnya.
“Sama ajah suasananya mah suasana Lebaran. Iya ga apa-apa yang penting mamah sehat. Doain juga semua polisi di puncak biar pada sehat. Salam buat keluarga ya mah ya. Assalamualaikum,” pungkasnya. [Pojok satu]

Berikut video kocak polisi yang curhat lantaran tak bisa berlebaran bersama keluarganya:
Kocak, Video Polisi Curhat Pakai Sandal Wanita, Sedih Tak Bisa Lebaran Bersama Keluarga Kocak, Video Polisi Curhat Pakai Sandal Wanita, Sedih Tak Bisa Lebaran Bersama Keluarga Reviewed by Star Tonn on 6:43 AM Rating: 5

No comments

Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan dan juga relevan dengan tema artikel yang ditulis. Tidak diperkenankan untuk spaming. Terimakasih.