CUMA BAYAR 500 RIBU BISA HALAMAN SATU GOOGLE, MAU ? >> WA 0852 1618 7222

Elektabilitas Ahok Terus Menurun, ini Tren Kekuatan 3 Cagub DKI

Elektabilitas Ahok Terus Menurun, ini Tren Kekuatan 3 Cagub DKI
Elektabilitas Ahok Terus Menurun, ini Tren Kekuatan 3 Cagub DKI

BLOGGUES.COM,Jakarta - Berdasarkan hasil penelitian terakhir 3 lembaga survei yakni Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Media survei Nasional (Median) dan PolMark Research Center (PRC), elektabilitas pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) semakin menurun. Ahok-Djarot hanya terpaut tipis dengan pesaingnya Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Elektabilitas Ahok-Djarot mulai melemah seiring dengan peningkatan elektbilitas lawan. Namun demikian, pasangan petahana ini masih menduduki peringkat teratas.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 28 September-2 Oktober 2016 terhadap 440 responden, LSI Denny JA menilai, pasangan Ahok-Djarot memuncaki peringkat dengan elektabilitas 31,4 persen. Peringkat kedua diisi oleh Anies-Sandiaga dengan elektabilitas 21,1 persen. Kemudian di posisi ketiga ada Agus-Sylviana dengan elektabilitas 19,3 persen. Responden yang belum menentukan pilihan sebesar 28,2 persen.

"Dari pemilih belum tetap masih ada 28,2 persen. Jika kita distribusikan ke ketiga calon, tidak mencapai 50 persen. Siapapun calon yang ada saat ini berpotensi dua putaran," ujar peneliti LSI Adjie Alfaraby, Selasa (4/10) lalu.

Sementara itu berdasarkan survei PolMark Research Center (PRC), pasangan Ahok-Djarot memiliki elektabilitas 31,9% diikuti oleh Anies–Sandiaga 23,2% dan Agus - Sylviana dengan elektabilitas 16,7%. Masyarakat Jakarta yang belum menentukan pilihan sebesar 28,2%.

Survei ini menunjukkan trend elektabilitas Ahok mengalami penurunan sebesar 10,8% dalam rentang waktu Juli hingga Oktober ini (sekitar tiga bulan). Dalam survei PRC PolMark Indonesia bulan Juli 2016, Ahok memiliki elektabilitas sebesar 42,7% dan turun menjadi 31,9% pada survei bulan Oktober 2016 ini.

Sedangkan hasil survei yang dilakukan Median menunjukkan tingkat elektabilitas pasangan cagub DKI incumbent Ahok-Djarot masih jadi kandidat terkuat dengan elektabilitas 34,2%. Namun dua pasang cagub cawagub lain menguntit di bawahnya. Elektabilitas pasangan Anies-Sandiaga saat ini 25,4%, ditempel ketat oleh Agus-Sylviana dengan 21%.

Melihat kondisi ini, Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan, dirinya khawatir Ahok-Djarot akan kalah pada putaran kedua. "Jarang sekali incumbent kalah di putaran pertama. Saya ragu Ahok-Djarot tidak lolos ke putaran selanjutnya, karena Ahok-Djarot masih memiliki hard voters dari sisi demografi dan kinerja," kata Rico, Rabu (5/10).

Rico mengatakan Ahok hanya perlu memperbaiki cara komunikasinya, dan harus diimbangi dengan figur Djarot. Rico menilai di putaran pertama, salah satu dari pasangan Anies-Sandi dan Agus-Sylvi akan saling mengalahkan satu sama lain.

"Dua kandidat itu (Anies-Sandi dan Agus-Sylvi) yang suaranya bisa saling memakan satu sama lain selama visi-misi dari kedua pasangan itu belum jelas," kata Rico.

Suara dari pasangan calon yang kalah di putaran pertama akan berpotensi menjadi pendukung untuk melawan Ahok-Djarot. Tetapi, kans Ahok-Djarot kalah di putaran ke-2 masih sangat terbuka.

"Terlihat dari pasangan selain Ahok-Djarot kalau dijumlahkan sekitar 46 persen, tidak termasuk yang undecided, ini berpotensi untuk mengalahkan Ahok-Djarot di putaran ke-2 jika pilkada berjalan 2 putaran," lanjut Rico.

Menanggapi hasil tersebut, Ahok hanya berujar santai. Ia justru berterimakasih dengan lembaga-lembaga yang telah melakukan survei ini. Pihaknya justru merasa diuntungkan, karena tak perlu membayar biaya survei yang memakan biaya mahal.

"Terima kasih ya. Artinya saya enggak perlu keluar duit, sudah ada hasil survei. Tinggal sekarang Teman Ahok sama partai-partai kerja lebih keras saja," katanya. [DETIK.COM]
Share on Google Plus

About Star Tonn

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan dan juga relevan dengan tema artikel yang ditulis.