MAU DAPAT UANG DARI INTERNET 10 S/D 20 JT Perbulan ? Call 0812 8345 1177

Cara Cerdas dan Kreatif Memanfaatkan Internet

ForexmartBloggues.com - Ingatkah kamu dengan Arya Wiguna, pria penantang penasihat spiritual Eyang Subur, yang terkenal dengan kalimat “Demi Tuhan” yang ia ucapkan saat konferensi pers pada 2013 ? Siapa sangka, ucapan fenomenal tersebut tak hanya melejitkan nama Arya tapi juga sosok Eka Gustiwana Putra.

Eka adalah produser musik sekaligus speech composer yang berarti penggubah perkataan jadi “lagu”. Gubahan konferensi pers Arya lengkap dengan bagian “Demi Tuhan” itulah karya perdana Eka. 

Atas nama kekuatan internet, karya yang diunggahnya ke jejaring sosial itu cepat menyebar. Eka blak-blakan menceritakan pengalamannya itu dalam Seminar Nasional “Cerdas, Kreatif, Produktif Menggunakan Internet di Era Digital”, Kamis (13/10).


Acara yang digelar Humas Universitas Semarang (USM) itu terselenggara di Auditorium Ir Widjatmoko, USM. Selain Eka, USM juga menghadirkan pencetus Eventsmg.id, Galih Nugroho, dan Agus B Prasetyono selaku Corporate Communication Telkomsel Regional Jawa Tengah dan DIY. “USM ingin mengampanyekan penggunaan internet sehat.

Ini lantaran kami percaya ada banyak jalan positif dalam memakai internet. Bahkan jika digunakan dengan cerdas dan kreatif, internet bisa pula menjadi jalur bisnis yang produktif,” terang Ayang Fitrianti, ketua panitia. 

Sementara itu, saat menyampaikan materi, Eka berulang kali menegaskan bahwa ia percaya bahwa kekuatan jejaring sosial disertai pencitraan diri yang baik bisa berdampak positif.

Pria berkacamata ini lantas mencontohkan dirinya sendiri. Ia memiliki renjana di bidang musik, ingin terkenal, namun kurang percaya diri saat beraksi panggung. “Berkat internet dan media sosial, saya bisa dikenal meski berkarya di balik layar. Bagaimana caranya? 

Saya membuat speech composing lalu mencitrakan diri sebagai komposer musik. Dari karya dan citra yang saya tampilkan di jejaringsosial, orang akan mengingat saya seperti itu,” ucap salah satu Youtuber dengan jumlah pelanggan (subscribers) terbanyak di Indonesia itu.

Setelah video Arya Wiguna, Eka “memoles” presenter Jeremy Tetty dengan hal serupa. Selepas itu karya Eka tak terbendung. Ia mulai memanfaatkan momentum dan cerdas mengikuti tren untuk membuat gebrakan lain.

Hasilnya, selebriti seperti Syahrini, Soimah, dan Tukul Arwana, hingga elite politik seperti Ganjar Pranowo, Abraham Samad, dan Presiden Joko Widodo, pernah ia “kerjai”. Beberapa karya itu tak hanya mejeng di saluran Youtube Eka tapi kerap pula disiarkan program Mata Najwa di Metro TV.

Positif

Seminar yang dihadiri 313 peserta tersebut diawali Galih dengan materi tentang Eventsmg.id, sebuah media daring yang digawanginya. Proyek itu terilhami dari ide Galih yang ingin menghimpun dan berbagi info kegiatan dengan khalayak. “Awalnya saya sendiri yang menggarap desain, logo, dan konten. 

Meski banyak yang nyinyir, saya tetap maju. Usaha yang saya rintis sejak 2011 itu mulai membuahkan hasil pada 2014. Kala itu ada yang menawari kontrak iklan selama enam bulan,” kenang Galih.

Cerita Eka dan Galih membuktikan, alih-alih digunakan untuk halhal negatif seperti pornografi atau perisakan, sejatinya internet juga berdaya positif. Media sosial, misalnya, jangan melulu dijadikan medium curhat yang tidak inspiratif. Sebaliknya, media sosial yang “disentuh” dengan tepat, bukan tak mungkin bisa jadi wadah kreatif dan produktif. “Mengemas citra positif di media sosial itu penting.

Caranya bisa dengan menampilkan konsep, desain, dan konten yang bagus. Dan, di awal merintis jangan pikirkan jumlah pengikut, melainkan bermanfaat atau tidakkah karya itu,” pesan Galih. Menambahi Galih, di sesi kedua. Yoyo, sapaan akrab Agus, berbicara tentang jaringan internet. 

Yoyo menegaskan, pengoptimalan media sosial akan berjalan baik jika disokong dengan jaringan yang lancar. “Jaringan yang mumpuni akan mendorong kreativitas tanpa batas. Akibatnya, masyarakat bisa lebih produktif. Juga, jika digunakan dengan bijak, akan menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat,” tutur Yoyo.

Pada era teknologi ini, internet adalah keniscayaan. Kehadirannya selalu dibutuhkan meski dipercaya bermata dua. Seperti kata penulis tujuh seri novel Harry Potter, JK Rowling: “Internet bisa jadi anugrah sekaligus musibah”. Maka, agar tak jadi musibah, gunakanlah internet dengan bijak. (suaramerdeka.com)

Share on Google Plus

About Star Tonn

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan dan juga relevan dengan tema artikel yang ditulis.