CUMA BAYAR 500 RIBU BISA HALAMAN SATU GOOGLE, MAU ? >> WA 0852 1618 7222

Sidang Jessica Kumala Wongso, Tiga Hal yang Menghantui Hani Setelah Kematian Mirna

Dokter Ardianto sempat memeriksa tubuh Hani alias Boon Juwita, kawan Wayan Mirna Salihin yang tewas setelah minum kopi Vietnam di kafe Olivier, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada 6 Januari 2016.  

Sidang Jessica Kumala Wongso, Tiga Hal yang Menghantui Hani Setelah Kematian Mirna

Ardianto saat itu sedang jaga di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng. Tubuh Mirna yang terkulai dibawa ke rumah sakit ini. Ardianto memeriksa tubuh Mirna disaksikan Hani. Dia menjelaskan bahwa Mirna telah meninggal.
"Hani panik, tangannya terlihat gemetar. Saya bisa mati juga tidak Dok? Karena dia mengaku minum kopi yang diminum Mirna juga di gelas yang sama," kata Ardianto saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Senin, 29 Agustus 2016.

Dalam kasus tewasnya Mirna, jaksa menuduh Jessica Kumala Wongso sebagai pelakunya. Jessica datang terlebih dulu di kafe Olivier dan memesan kopi Vietnam untuk Mirna. Mirna, Hani dan Jessica pernah sama-sama belajar di Billyblue College, Australia.

Ardianto mengatakan dia mencoba menenangkan Hani dan memeriksanya. "Saya periksa nadi dan tensinya, tapi tidak temukan ada kelainan apa-apa. Kondisinya normal," katanya.

Tidak hanya diperiksa, Ardianto juga memberikan resep obat kepada Hani saat hendak pulang. Satu obat untuk menyerap racun dan satu lagi untuk menahan penyebaran racun.

"Saya kasih dua resep obat," ucapnya. Selain itu, Ardianto juga menyarankan agar Hani memperbanyak makan dan minum agar racun yang ada di tubuhnya ternetralisasi. "Saya suruh banyak makan dan minum sebagai detoks alami," ujarnya.

Setelah sahabatnya meninggal, polisi beberapa kali memeriksa Hani. Dia sempat menangis usai diperiksa selama 11 jam. Ada sejumlah penyebab kematian Mirna menghantuinya.

Pertama, Mirna adalah sahabat dekatnya. Edhi Darmawan Salihin, ayah Mirna Salihin, pernah melihat Hani bermain ke rumahnya.  "Kenapa nangis? Karena dia ngomong yang sebenarnya. Ini anak polos, enggak ada masalah dia," tuturnya menceritakan Hani yang menangis saat diperiksa polisi.

Kedua, Hani menyaksikan bagaimana maut menjemput sahabatnya. Pada persidangan 13 Juli 2016, Hani memberi kesaksian tentang hal itu. "Setelah minum, Mirna bilang, 'ini enggak enak banget. This is so awful'."

Hani melanjutkan, wajah sahabatnya tersebut pun terlihat marah. Hani pun meminta untuk diambilkan air putih. Jessica merespons dan langsung mengambilkan air putih untuk Mirna. Tinggallah berdua Mirna dan Hani.

Mirna pun menyebut rasa kopinya sangat parah dan tidak ada aroma kopi. "Han gue enggak bohong, ini parah banget. Sumpah enggak enak," kata Hani menirukan ucapan Mirna.

"Begitu saya lihat menu, untuk tahu menu apa yang kita pesan. Baru saya lihat, Mirna sudah menengok dan bersandar tatapan kosong, keluar busa dari mulut, masih berusaha bernapas dan langsung meludah," urai Hani dengan berlinang air mata.

Setelah kejadian itu, Hani langsung menghubungi Arief Soemarko, suami Mirna dan memintanya untuk cepat datang. Mirna pun dibawa ke klinik di Grand Indonesia. Sampai di klinik dokter meminta untuk segera membawa Mirna ke rumah sakit.

Setibanya di RS Abdi Waluyo Mirna masuk ke UGD dan menjalani pemeriksaan. Namun akhirnya nyawanya tidak tertolong.

Ketiga, Hani  sempat mencicipi kopi Vietnam yang diminum Mirna. Memang benar, rasanya aneh. Namun kopi itu tidak sampai ditelannya. Di lidah Hani, kopi itu terasa pedas dan panas. Oleh karena itu, Hani begitu panik setelah dokter menyatakan Mirna meninggal.


Sumber : [ tabloidbintang.com ]
Share on Google Plus

About Star Tonn

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan dan juga relevan dengan tema artikel yang ditulis.