Baca Baik-baik! Modus Licik Lowongan Kerja Online Palsu Jerat dan Tipu Korbannya

Sebuah surat elektronik (email) diterima Julita, seorang perempuan pencari kerja asal Kotamobagu.
Baca Baik-baik! Modus Licik Lowongan Kerja Online Palsu Jerat dan Tipu Korbannya

Surat itu berasal dari sebuah perusahaan semen ternama. Surat itu merupakan jawaban atas lamaran kerja yang ia kirimkan empat hari sebelumnya.
Surat itu berisi panggilan menjalani tes dan wawancara di Jakarta.
Dengan mencantumkan kop dan logo perusahaan, tampilan surat tampak meyakinkan dengan nomor surat, nomor telepon dan faksimili, serta alamat di Menara Jamsostek, Jakarta.
Ada 20 nama calon karyawan yang tertera di situ. Nama Julita ada di baris ke-13.
Setiap nama sudah diberi nomor berkas, jadwal dan ruang tes. Masing-masing calon menjalani ujian terpisah dengan waktu 45 menit.
Juga dimuat materi-materi tes akademik yang meliputi tes kompetensi dasar, berupa wawasan, intelegensi umum, dan karakteristik pribadi.
Mereka yang lulus tes itu selanjutnya menjalani tes kompetensi bidang, kemudian wawancara.
Surat panggilan memuat nama dengan jabatan sebagai president director perusahaan dengan tanda tangan dan cap yang ditempelkan.
Untuk lebih meyakinkan, tertulis tembusan surat kepada Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Tenaga Kerja.
Ada banyak ketentuan lain yang dituliskan di surat. Bila sudah tiba di Jakarta, misalnya, peserta harus memperlihatkan surat panggilan, KTP atau SIM asli, dan peralatan tulis.
Ketentuan lainnya, tidak pernah terlibat kriminal, tidak pernah diberhentikan sebagai PNS atau pegawai swasta, bukan calon PNS atau TNI atau Polri. Mereka juga bukan anggota partai politik.
Sebagai 'karyawan', mereka harus bersedia ditempatkan di tempat mana saja dan tidak boleh pindah ke unit lain.
Perusahaan palsu ini juga menyebut bahwa gaji yang diterima oleh karyawan lapangan akan meningkat berlipat-lipat berdasarkan level tuntutan serikat pekerja perGaji awal bagi karyawan baru disebut Rp 4,5 juta. Bagi nonstaf dengan kompetensi tertinggi dijanjikan gaji Rp 9,5 juta per bulan.
Sebelum datang ke Jakarta, calon korban diminta mengirim pesan singkat atau SMS konfirmasi kehadiran.
Setelah itu mereka wajib memesan tiket dan hotel melalui pihak yang ditentukan, yang disebut akan menjemput dan mengantar ke tujuan.
Pihak yang ditentukan itu disebut sebagai biro jasa perjalanan (tour and travel), lengkap dengan nama penanggung jawab dan nomor kontak.
Yang membuat Julita ragu adalah biaya transportasi dan akomodasi ditanggung sementara oleh peserta.
Biaya itu harus dikirimkan ke biro perjalanan yang disebut. Bila nanti sudah berada di Jakarta, seluruh biaya itu, termasuk pajak bandara, dan biaya perjalanan lainnya dibayarkan perusahaan.
"Masa perusahaan besar utang dulu? Itu yang membuat saya mencari informasi tambahan," kata dia saat dihubungi TribunManado, Kamis (21/7).
Ia menghubungi nama kontak biro travel yang dimaksud. Dalam percakapan itu ada kesan pengurus biro travel terus memaksa Julita segera mengirimkan uang untuk menguruskan tiket keberangkatan. Selain itu, ia mengecek alamat kantor perusahaan yang ternyata hanya tipuan.
"Dari situ saya yakin bahwa ini adalah penipuan," kata dia.
Ia menyebut, bukan kali itu saja ia menerima tawaran kerja palsu. "Beberapa kali, umumnya (pakai nama) perusahaan besar," ujarnya.
Sumber : (Manado Tribunnews)

Share on Google Plus

About Star Tonn

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment