CUMA BAYAR 500 RIBU BISA HALAMAN SATU GOOGLE, MAU ? >> WA 0852 1618 7222

Kampung Batik Laweyan Didorong Terapkan Teknologi Digital

StarNajla | Para pengusaha di Kampung Batik Laweyan didorong untuk memanfaatkan teknologi digital serta informasi guna memasarkan produknya. Selama ini, kebanyakan perajin masih memasarkannya secara konvensional.

Kampung Batik Laweyan Didorong Terapkan Teknologi Digital


Pemerintah Kota Surakarta menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk untuk mewujudkan Laweyan sebagai kampung digital. "Saat ini penggunaan teknologi sudah menjadi kebutuhan," kata Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo, Jumat, 17 Juni 2016.

Menurut Purnomo, Kampung Batik Laweyan merupakan pusat ekonomi kreatif andalan di kota tersebut. Masyarakat di kampung itu masih terus melestarikan batik yang merupakan peninggalan kebudayaan. "Mereka merupakan perajin tradisional yang dituntut untuk terus berinovasi," ujarnya.

Salah satu inovasi yang harus dilakukan adalah pengembangan sistem pemasaran. Saat ini masih banyak perajin yang hanya mengandalkan pemasaran dari banyaknya turis yang berkunjung ke kampung tersebut. 


Mereka harus bersaing dengan para pedagang batik dari daerah lain yang telah mengaplikasikan teknologi melalui jual-beli online. “Kampung Batik Laweyan harus didorong untuk melakukan hal serupa,” tuturnya. 

Pihaknya sengaja menggandeng perusahaan telekomunikasi untuk bisa menyediakan sarana hingga pendampingan kepada para perajin. "Kami mencari pola kerja sama yang paling menguntungkan bagi para perajin," ucapnya. 

Koordinator Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan Alpha Pabela mengakui belum banyak perajin yang memanfaatkan teknologi dalam pemasarannya. "Kebanyakan masih mengandalkan turis," katanya.

Penyebabnya, sebagian perajin masih mengandalkan manajemen tradisional dalam menjalankan bisnis. "Termasuk pemasarannya," ujarnya. Penggunaan teknologi informasi memang sudah saatnya digunakan. "Namun butuh pendampingan dan pelatihan." 

Hanya, dia tetap merasa khawatir jika penggunaan perdagangan online itu bisa menyebabkan kunjungan wisata ke Laweyan menurun. "Pembeli cukup membeli melalui online," tuturnya. Padahal banyak potensi Laweyan yang layak dijual kepada wisatawan, seperti kesejarahan, arsitektur, hingga workshop membatik.

Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Muhammad Awaludin mengatakan, dalam kerja sama itu, pihaknya menyediakan pendampingan hingga website yang bisa digunakan untuk para perajin dalam menjalankan bisnis online. "Para perajin cukup menanggung biaya transfer data," ucapnya.

Rencananya, pendampingan itu akan dilakukan selama tiga bulan. Dia yakin waktu tiga bulan sudah cukup untuk memberikan pengetahuan bagi perajin mengenai dunia online. "Jika masih dirasa kurang, bisa kami tambah," katanya.


Source: [m.tempo.co]
Share on Google Plus

About Star Tonn

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan dan juga relevan dengan tema artikel yang ditulis.