MAU DAPAT UANG DARI INTERNET 10 S/D 20 JT Perbulan ? Call 0812 8345 1177

Aksi beli jelang sesi penutupan mendorong ISSI dan JII ke level tertinggi transaksi perdagangan hari ini.

Posisi bursa saham Indonesia yang dinilai dalam posisi tren naik, ikut mendorong indes saham syariah menguat. Meski bursa syariah mengalami koreksi, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat jelang libur akhir pekan.


Kondisi positif itu ikut terangkat oleh aksi beli asing yang mengalami kenaikan. Hingga sesi penutupan, asing mencetak nett buy Rp 368 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 27 Mei 2016, indeks ISSI menguat 1,331 poin (0,85%) ke level 157,675. Indsa saham bluechips JII juga menguat 6,293 poin (0,97%) ke level 655,653.

Meski ditutup menguat, kedua indeks acuan saham syariah ini justru dibuka melemah. Di awal perdagangan, investor sempat terkena sentimen negatif laju koreksi bursa regional.
ISSI tercatat sempat turun ke level terendah di 155,957 sebelum melesat jelang penutupan ke level tertingginya.

Transaksi perdagangan saham syariah relatif sedikit dengan hanya menceta nilai Rp 2,51 triliun dan 29,45 miliar saham berpindahtangan.
Aksi beli mendorong 114 emiten syariah ke zona positif sementara 71 lainnya harus mengalami koreksi. Sebagian besar indeks sektoral, kecuali pertambangan yang turun 0,28 persen, ditutup menguat. Kenaikan tertinggi dialami indeks sektor industri aneka yang naik 2,02 persen, industri dasar 1,51 persen, dan properti 1,15 persen.

Emiten penghuni top gainer indeks JII kali ini dihuni UNTR yang naik Rp 450, ICBP Rp 400, UNVR Rp 325, SMGR Rp 275, dan SILO Rp 225. Sebaliknya, saham JSMR harus menyambut libur akhir pekan dengan menduduki top losser JII dan koreksi Rp 50. Top losser lainnya dihuni MIKA yang turun Rp 20, INCO, MPPA, dan SSMS yang turun Rp 15 per saham.

source : Dream.co.id
Share on Google Plus

About Star Tonn

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan dan juga relevan dengan tema artikel yang ditulis.